Para Mantan Gangster Amerika setelah Masuk Islam
Di kota Chicago, ada satu kawasan bernama O’Block yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan gangster paling berbahaya di Amerika kini menjadi pusat pertumbuhan Komunitas Muslim Kulit Hitam. Pada 2011-2014, di O’Block terjadi 19 penembakan brutal sehingga menjadikannya kawasan paling berbahaya di kota Chicago. Namun, sejak 2022 angka kejahatan dan konflik geng di O’Block menurun drastis sebagaimana laporan dari Departemen Kepolisian Chicago. Perubahan mendadak ini membuat polisi setempat bingung. Penduduk lokal menyebut Islam sebagai penyebab utama.
Dua tokoh penting yang berpengaruh dalam membawa Islam di kawasan O’Block adalah Sadiq Ali, seorang mantan pemimpin geng besar di Chicago, dan Kanoya Ali, seorang aktivis muslim yang mendampingi Sadiq. Dalam wawancara dan forum komunitas, Sadiq menyebut bahwa Islam memberinya jalan keluar dari kehancuran: “Islam membantuku keluar dari miseducation, kekerasan, keputusasaan, kematian, disfungsi keluarga, dan kehancuran.”
Ia mengalami keputusasaan dan kehampaan spiritual, yang membuatnya mulai mencari makna hidup di luar kekuasaan dan geng. Kemudian perlahan, ia mulai mempelajari Islam karena tertarik pada nilai-nilai disiplin, persaudaraan, dan keadilan sosial. Setelah memeluk Islam, ia mengganti gaya hidupnya secara total dan mulai berdakwah di lingkungan yang dulu ia kuasai sebagai gangster. Menariknya, dakwah yang dilakukannya bukan di masjid atau di forum formal, melainkan langsung di jalanan O’Block yang rawan terjadi kejahatan. Bersama Kanoya Ali, ia membentuk komunitas muslim lokal yang aktif membina pemuda, mengadakan kajian, dan membangun solidaritas.
Mereka juga terlibat dalam program seperti “Brotherhood Without Borders: O Block to the Bricks”, yang menghubungkan pemuda O’Block dengan komunitas muslim lain di AS. Ini merupakan strategi dakwah mereka untuk berbagi pengalaman dan memperluas jaringan perdamaian. Mereka juga melakukan pendekatan langsung ke pemuda geng, bukan dengan ceramah formal, melainkan melalui dialog dan pengalaman pribadi. Selain itu mengaitkan Islam dengan identitas dan harga diri, terutama bagi komunitas kulit hitam yang sering terpinggirkan dan mendapat perlakuan rasis.
O’Block adalah nama populer untuk Parkway Gardens Apartment Homes, sebuah kompleks perumahan di South Side Chicago, tepatnya di 6400 block of South King Drive. Nama O’Block berasal dari Odee Perry, seorang anggota geng yang tewas ditembak pada tahun 2011. Setelah kematiannya, komunitas lokal mulai menyebut kawasan itu sebagai “O’Block” untuk mengenang Perry. Antara Juni 2011 hingga Juni 2014, O’Block mencatat jumlah penembakan tertinggi di Chicago, menjadikannya simbol kekerasan geng. Beberapa rapper Drill terkenal seperti Chief Keef, King Von, dan Fredo Santana berasal dari O’Block. Adapun musik Drill merepresentasikan realitas keras urban, dan menjadi suara generasi muda yang hidup dalam tekanan sosial.

Tidak hanya Sadiq Ali yang memiliki masa lalu kelam, tetapi kemudian ia menemukan Islam dan menjadi pendakwah jalanan di kawasan paling berbahaya di Amerika tersebut. Syekh Uthman bin Farooq yang lahir di Islamabad, Pakistan, dan besar di Amerika juga sama sepertinya. Ia merupakan mantan anggota geng yang terbiasa hidup dalam kekerasan dan konflik jalanan, sebelum akhirnya menemukan Islam. Setelah memperoleh hidayah, ia mendalami ilmu keislaman selama lebih dari satu dekade dengan belajar kepada ulama di Yordania, Arab Saudi, Pakistan, dan UEA. Ia kembali ke Amerika dan menjadi seorang pendakwah jalanan seperti Sadiq Ali. Keberaniannya berdakwah di lingkungan paling keras di Amerika, termasuk O’Block membuatnya dikenal luas.
Masuk ke kawasan O’Block sangatlah berisiko. Namun, Syeikh Uthman bin Farooq tidak gentar untuk pergi ke sana. Dalam video viral berjudul “O’BLOCK GANGSTAS Meet Muslims & This Happened”, Syeikh Uthman berdakwah langsung di Parkway Gardens Apartments, jantung O’Block. Di sana ia berbicara kepada pemuda anggota geng dengan pendekatan logis, santun, dan penuh empati, bukan dengan intimidasi. Respons dari pemuda O’Block sangat positif beberapa bahkan menyatakan syahadat di tempat, menunjukkan betapa Islam menyentuh hati mereka.
Dakwah yang dilakukan oleh Syeikh Uthman bin Farooq tidak selalu berjalan mulus. Dirinya pernah mengalami kejadian buruk. Pada Kamis, 24 Maret 2022 ia ditikam oleh orang tak dikenal saat sedang berdakwah di jalanan San Diego, California. Pelaku adalah seorang pria yang mendekatinya dan menikamnya secara tiba-tiba. Meski terluka, ia selamat dan tetap melanjutkan dakwahnya setelah mendapat perawatan medis.
Sebelum insiden, ia sudah menerima ancaman pembunuhan, termasuk surat kaleng yang menyebut: “Kami tahu mobilmu. Kami tahu rumahmu.” Penikaman ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah di jalanan, terutama di lingkungan keras seperti O’Block dan San Diego, bukan tanpa risiko. Setelah insiden tersebut, Syeikh Uthman menyatakan bahwa ia tidak akan mundur dari dakwah, bahkan jika harus menjadi syahid. Ia tetap aktif berdakwah di tempat-tempat berisiko tinggi, termasuk O’Block, dengan semangat: “Jika kami harus menjadi syahid, kami siap di jalan Allah.” Melalui One Message Foundation, ia telah membimbing lebih dari 2.000 orang memeluk Islam.
Di kawasan seperti O’Block, yang dulunya dikenal sebagai pusat kekerasan geng di Chicago, kehadiran pendakwah bukan sekadar menyampaikan ajaran agama mereka menjadi agen perubahan sosial dan spiritual. Peran mereka sangat krusial alasannya karena mereka berasal dari realitas yang sama. Sadiq Ali adalah mantan pemimpin geng, dan Syeikh Uthman bin Farooq pernah hidup dalam dunia kriminal. Karena keduanya pernah mengalami kehidupan keras, dakwahnya terasa autentik dan relevan bagi pemuda O’Block.
Dakwah yang dilakukan tidak di mimbar, tetapi langsung di jalanan, di tempat yang sama di mana kekerasan dahulu terjadi. Bahasa yang digunakan dimengerti oleh komunitas, menyentuh luka sosial dan spiritual yang selama ini diabaikan. Seperti dijelaskan dalam kajian dakwah kontemporer, pendakwah harus mampu “membumikan dan mengaktualisasikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin”. Bersama pemuda muslim lain, mereka membentuk komunitas dakwah yang aktif, seperti dalam program Brotherhood Without Borders. Mereka menciptakan ruang aman untuk belajar, berdiskusi, dan bertumbuh secara spiritual, yang sebelumnya tidak tersedia di O’Block.
Perubahan drastis yang terjadi di O’Block, Chicago dari kawasan penuh geng dan kekerasan menjadi komunitas yang mulai mengenal kedamaian dan spiritualitas Islam adalah contoh nyata bagaimana Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam. Berdasarkan Q.S. Al-Anbiya: 107:
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Islam bukan hanya untuk umat Muslim, tetapi membawa kedamaian, keadilan, dan kasih sayang bagi semua manusia, bahkan lingkungan sekitar. Transformasi O’Block adalah bukti bahwa Islam, ketika disampaikan dengan hikmah dan kasih sayang, mampu mengubah zona konflik menjadi ruang spiritual. Inilah esensi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin—agama yang membawa rahmat, bukan hanya untuk pemeluknya, tetapi untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.
Baca Juga: Komunitas Islam Amerika Bersatu Memperjuangkan HAM Muslim Amerika
Penulis: Muhammad Anwar
Editor: Muh. Sutan
Game Center
Game News
Review Film
Rumus Matematika
Anime Batch
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime