Jenis-Jenis Dosa dan Penggugur-Penggugurnya – KonsultasiSyariah.com
Oleh:
Dhiya Safwan Abdul Latif Abdul Aziz
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia dengan tabiat memiliki kekurangan. Di antara fitrah penciptaan manusia adalah banyak berbuat salah, dan banyak melakukan dosa dan kemaksiatan. Ini merupakan perkara yang disepakati oleh seluruh orang yang berakal, karena tidak pernah ditemukan ada manusia yang hidup tanpa memiliki kekurangan, seperti salah, keliru, lupa, dan jenis-jenis kekurangan lainnya. Diriwayatkan dalam hadis bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِيَ الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
“Sesungguhnya Allah telah memaafkan untuk umatku kesalahan, kelupaan, dan apa yang mereka dipaksa untuk melakukannya.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi 7/356 dari Abdullah bin Abbas).
Siapa yang mencermati perkara ini, pasti akan mencapai pemahaman bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki kesempurnaan mutlak di antara para makhluk-Nya.
Ketika keadaan manusia demikian, maka pastilah ia akan berbuat dosa dan kemaksiatan, dan ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia dengan fitrah punya kekurangan, Dia juga telah mengilhamkan kepada mereka jalan petunjuk dengan mengadakan pertaubatan, istighfar, dan penggugur-penggugur dosa lainnya yang dapat menghapus dosa dan menambal kekurangan. Melalui artikel ini, saya Insyallah akan berusaha menyebutkan jenis-jenis dosa dan kesalahan, dan beberapa penggugurnya.
Dosa dan kemaksiatan terbagi menjadi tiga jenis utama, saya akan menyebutkannya satu persatu disertai dengan penjelasannya Insyallah.
Jenis pertama: Dosa yang tidak diampuni
Dosa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala anggap sebagai dosa terbesar adalah dosa menyekutukan-Nya. Dalam hadis shahih yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud disebutkan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam: “Dosa apa yang paling besar?” Beliau menjawab:
أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ
“Yaitu engkau menjadikan bagi Allah suatu tandingan (sekutu), padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (HR. Al-Bukhari no. 7520 dari Abdullah bin Mas’ud).
Dosa ini tidak akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ampuni bagi orang yang melakukannya hingga meninggal dunia tanpa sempat bertaubat, sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya.” (QS. An-Nisa: 48).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan atasnya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72).
Selain itu, di antara dosa yang pelakunya tidak akan diampuni apabila ia melakukannya hingga meninggal dunia adalah dosa yang membuat pelakunya kafir terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti orang yang mencela Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau menghina syariat dan agama-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ * خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itulah yang mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia, mereka kekal di dalam azab itu, tidak diringankan azabnya dan tidak pula mereka diberi penangguhan.” (QS. Al-Baqarah: 161-162).
Adapun orang yang bertaubat dari dosa-dosa itu, niscaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menerima taubatnya, dan bahkan memberinya pahala, sebanyak apapun dosa-dosa dan kesalahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah (Hai Muhammad!): Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).
Jenis kedua: Dosa-dosa besar
Inilah dosa jenis kedua yang merupakan dosa-dosa besar dan membinasakan. Di antaranya disebutkan dalam hadis yang ada dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ، قَالُوا: وَمَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan. Mereka bertanya: ‘Apakah itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: Syirik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita-wanita beriman yang terjaga (berzina).” (HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89, dari Abu Hurairah).
Dosa-dosa besar ini dan dosa-dosa yang semisalnya tidak sama tingkat kejahatannya dengan dosa jenis pertama, hanya saja Allah mengancam para pelakunya dengan azab pada Hari Kiamat dan mereka berhak mendapat azab neraka. Apabila Allah berkehendak, Dia dapat menjalankan ancaman dan azab-Nya ini sesuai dengan keadilan-Nya, atau memberi ampunan dengan karunia dan kemurahan-Nya.
Perlu diketahui bahwa ancaman yang ada dalam dosa-dosa ini bagi orang yang tetap melakukannya hingga meninggal dunia tanpa sempat bertaubat. Adapun orang yang telah bertaubat dan memperbaiki amalannya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun baginya.
Jadi, dosa-dosa besar selain syirik atau kafir, apabila pelakunya meninggal dunia tanpa taubat, maka ia berhak mendapatkan azab, Allah Subhanahu Wa Ta’ala dapat menghendaki baginya azab atau ampunan. Apabila Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengazabnya, maka ia tidak kekal di dalam neraka, berbeda dengan pelaku dosa jenis pertama yang harus kekal di dalam neraka.
Saya akan menyebutkan salah satu bentuk dosa besar yang sangat penting, yaitu yang berkaitan dengan hak-hak sesama makhluk, seperti membunuh, merampas harta, menodai kehormatan, dan hak-hak lainnya. Dosa-dosa seperti ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan mengampuni pelakunya hingga dirinya telah mendapatkan maaf dari para korban dan mengembalikan hak-hak itu kepada pemiliknya. Diriwayatkan dalam hadis shahih bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضٍ أَوْ مِنْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَلَّا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدَرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
“Siapa yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik terkait kehormatan maupun sesuatu yang lain, hendaklah ia meminta penghalalannya (meminta maaf) darinya hari ini, sebelum datang hari yang tidak ada gunanya lagi dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, amal itu akan diambil sesuai kadar kezalimannya. Jika ia tidak memiliki amal kebaikan, maka amal keburukan saudaranya akan diambil dan dibebankan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6534, dari Abu Hurairah).
Jenis dosa ini termasuk dosa besar yang membutuhkan taubat yang tulus agar pelakunya terbebas dari ancamannya. Dosa-dosa besar membutuhkan taubat khusus berkaitan dengan masing-masing dosa, lain halnya dengan dosa-dosa kecil sebagaimana yang akan dijelaskan.
Jenis ketiga: Dosa-dosa kecil
Dosa-dosa kecil merupakan dosa-dosa yang kejahatannya lebih ringan daripada dosa-dosa besar, seperti melihat sesuatu yang diharamkan, dan kekeliruan dan kesalahan kecil yang dilakukan seorang muslim semasa hidupnya. Dosa jenis ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuni pelakunya tanpa harus bertaubat secara khusus untuk dosa tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan banyak penggugur dosa yang dapat menghapus dosa-dosa ini, dan di sini saya akan menyebutkan beberapa di antaranya yang paling penting.
Penggugur dosa-dosa kecil
Pertama: Melaksanakan amalan-amalan wajib secara konsisten.
Diriwayatkan dalam hadis bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ـ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
“Salat lima waktu, dari Salat Jumat ke Salat Jumat berikutnya, dan dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa yang terjadi di antara kedua rentang waktu-waktu itu, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim no. 233, dari Abu Hurairah).
Juga disebutkan dalam hadis tentang seorang laki-laki yang mencium wanita asing, lalu datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan menyampaikan kepada beliau tentang perbuatan itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala lalu menurunkan firman-Nya:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Dan dirikanlah salat pada kedua ujung siang dan pada bagian-bagian awal dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan kesalahan-kesalahan.” (QS. Hud: 114).
Kemudian laki-laki itu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ini hanya untukku?” Beliau menjawab: “(Tidak), tapi untuk seluruh umatku!” (HR. Al-Bukhari no. 4687, dan Muslim no. 2763, dari Abdullah bin Mas’ud).
Kedua: Menjauhi dosa-dosa besar.
Apabila seseorang melawan hawa nafsunya di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan menghindari dosa-dosa besar dan amalan-amalan yang membinasakan karena mengharap balasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Dia akan mengampuni dosa-dosa kecilnya, sebagaimana yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala firmankan:
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagi kalian, niscaya Kami hapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan Kami masukkan kalian ke tempat masuk yang mulia.” (QS. An-Nisa: 31).
Ketiga: Tertimpa musibah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menghapus dosa-dosa kecil dari para hamba-Nya dengan musibah-musibah. Diriwayatkan dalam hadis bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلَا نَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ، وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang mukmin tertimpa sakit, kepayahan, kegelisahan, kesedihan, gangguan, maupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5641, dari Abu Hurairah).
Secara umum, penggugur dosa-dosa kecil ada banyak, dan ada dalil-dalilnya dalam Kitabullah dan sunah Rasulullah. Saya telah menulis secara terpisah artikel-artikel yang menjelaskan hal ini. Namun, dalam artikel ini saya hanya menyebutkan tiga di antaranya yang menurut saya paling penting. Wallahu A’lam.
Di sini, harus diperhatikan juga perkara yang sangat penting, yaitu ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa kecil dari hamba-hamba-Nya, tidak berarti kita boleh meremehkannya dan dengan mudah melakukannya, karena sikap ini dapat membinasakan pelakunya dan menjerumuskannya ke dalam kehancuran. Sebab, apabila dosa-dosa kecil itu menumpuk, maka akan membinasakan pelakunya juga. Terlebih lagi, ia juga menjadi pembuka jalan bagi seseorang untuk terjerumus ke dalam dosa-dosa besar.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati orang yang mengucapkan syair berikut:
خَلِّ الذُّنُوبَ صَغِيرَهَا وَكَبِيرَهَا ذَاكَ التُّقَى
Tinggalkanlah dosa, baik yang kecil. Maupun yang besar, karena itulah ketakwaan.
وَاصْنَعْ كَمَاشٍ فَوْقَ أَرْضِ الشَّوْكِ يَحْذَرُ مَا يَرَى
Dan berbuatlah seperti orang yang berjalan di atas tanah. Penuh duri, yang selalu berhati-hati terhadap apa yang ia lihat.
لَا تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةً إِنَّ الْجِبَالَ مِنَ الْحَصَى
Jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil. Karena gunung yang besar terbentuk dari kerikil-kerikil kecil.
Lalu saya akan menutup tulisan ini dengan satu faedah penting, bagaimana kita dapat membedakan antara dosa-dosa besar dan kecil?
Secara umum, para ulama telah menjelaskan perkara ini secara panjang lebar dan mereka terbagi ke dalam beberapa pendapat. Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari Rahimahullah telah menjelaskannya secara lengkap di dalam tafsirnya tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagi kalian, niscaya Kami hapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan Kami masukkan kalian ke tempat masuk yang mulia.” (QS. An-Nisa: 31).
Adapun pendapat yang lebih kuat – wallahu A’lam – adalah dosa-dosa besar adalah setiap perbuatan yang ada hukum hadnya di dunia atau ancaman azabnya di akhirat. Sedangkan yang selain itu termasuk dalam lingkup dosa-dosa kecil. Wallahu A’lam. Saya rasa ini merupakan kaidah yang jelas untuk membedakan dan mengenali perkara tersebut.
Dan segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan semesta alam.
Sumber:
Sumber artikel PDF
🔍 Arti Hadits Shahih, Lafadz Akad Nikah, Macan Remba, Pembongkaran Makam Nabi Muhammad, Jari Masuk Ke Vagina
Visited 305 times, 1 visit(s) today
Post Views: 133

News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.