Kolaborasi KDM UNISMA dan PP Manbaul Ulum Malang: Nobar Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ dan Diskusi Moderasi Beragama
4 mins read

Kolaborasi KDM UNISMA dan PP Manbaul Ulum Malang: Nobar Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ dan Diskusi Moderasi Beragama


Para Kandidat Doktor Mengabdi (KDM) saat acara talkshow dan nonton bareng di Pesantren Manbaul Ulum 2 Malang (dok. istimewa)

Tebuireng.online– Pondok Pesantren Manbaul Ulum 2 Malang menjadi tuan rumah kegiatan penguatan moderasi beragama dan nasionalisme melalui talkshow serta nonton bareng film “Jejak Langkah 2 Ulama” yang diinisiasi oleh Kandidat Doktor Mengabdi (KDM) Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan yang berlangsung pada rentang Oktober–Desember 2025 pukul 18.00–20.00 WIB ini merupakan bagian dari program “Penguatan Karakter Nasionalis‑Religius melalui Program Angop Kang Mas (Ayo Ngopi karo Ngaji Moderasi Beragama) berbasis Ayat‑Ayat Pedang pada Santri PP Manbaul Ulum Malang”.

Film “Jejak Langkah 2 Ulama” sendiri mengangkat kisah perjalanan dua sahabat santri, Darwis dan Hasyim, yang kelak dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan dan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Melalui alur persahabatan, perbedaan pandangan keagamaan, dan perjuangan keduanya dalam mendirikan Muhammadiyah serta Nahdlatul Ulama di tengah penjajahan, film ini menegaskan pesan kuat tentang pentingnya moderasi beragama, persaudaraan lintas organisasi Islam, dan cinta tanah air.

Baca Juga: Road Show Film Jejak Langkah 2 Ulama di 15 Lokasi, Begini Cara Mendaftar Pemutarannya

Pada hari kedua rangkaian acara, para santri putri PP Manbaul Ulum 1-2 mengikuti nobar film dengan antusias. Setelah sesi ishoma dan pengecekan teknis, film diputar secara penuh, lalu dilanjutkan dengan diskusi reflektif, kuis berhadiah, dan pembagian doorprize. Dalam diskusi, santri menyoroti keteladanan sikap tasamuh dua ulama besar tersebut dan mengaitkannya dengan tugas generasi muda pesantren untuk menjaga ukhuwah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui sikap moderat, terbuka, dan anti kekerasan.

Sebagai pengasuh pesantren, KH. Nur Shodiq Iskandar memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Kami di Pondok Pesantren Manbaul Ulum sangat berterima kasih kepada para mahasiswa Kandidat Doktor Mengabdi UNISMA yang telah datang membawa program yang kaya manfaat bagi para santri. Ilmu yang disampaikan, baik melalui materi moderasi beragama maupun film, insyaAllah akan menjadi bekal berharga untuk menguatkan akidah, akhlak, dan rasa cinta tanah air anak‑anak kami.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

KH. Nur Shodiq Iskandar juga menegaskan bahwa pesantren memiliki kewajiban moral untuk terus menanamkan nilai-nilai nasionalis-religius. “Pesan yang dihadirkan dalam kegiatan ini sejalan dengan tradisi pesantren: tetap teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, namun tetap ramah, menghargai perbedaan, dan siap hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Semoga kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut dan meluas,” ujarnya.

Mewakili tim Kandidat Doktor Mengabdi UNISMA, Budi Pranoto menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pihak pesantren. Dalam sambutannya ia mengatakan, “Kami merasa sangat terhormat dapat belajar dan mengabdi di Pondok Pesantren Manbaul Ulum 2. Santri di sini memiliki semangat belajar yang luar biasa, dan itu menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan program penguatan karakter nasionalis‑religius yang relevan dengan konteks kehidupan santri.”

Baca Juga: Haedar Nashir Jelaskan Dua Proyeksi Film Jejak Langkah 2 Ulama’

Budi Pranoto menambahkan bahwa pemilihan film “Jejak Langkah 2 Ulama” sebagai salah satu rangkaian agenda Kandidat Doktor Mengabdi, bukan sekadar tontonan, tetapi sarana pendidikan karakter. “Melalui film ini, kami ingin mengajak santri melihat bagaimana dua ulama besar bangsa ini mampu merawat persahabatan dan menjaga persatuan meski berbeda cara pandang. Selain itu, Harapannya, dengan program Angop Kang Mas ini, nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air yang didiskusikan dapat dihidupkan dalam kehidupan santri, sehingga pesantren benar‑benar menjadi pusat lahirnya generasi muslim yang religius sekaligus nasionalis,” tuturnya.

Rangkaian talkshow, nobar, dan diskusi yang padat makna, kegiatan di PP Manbaul Ulum 2 Malang ini menjadi contoh kolaborasi produktif antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mengarusutamakan moderasi beragama dan penguatan karakter kebangsaan di kalangan santri.



Pewarta: Abror Rosyidin
Editor: Rara Zarary


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.