Menulis Berita Itu Mudah Kalau Tahu Kuncinya
Banyak orang mengira menulis berita itu pekerjaan rumit yang hanya bisa dilakukan oleh jurnalis profesional. Padahal, siapa pun bisa menulis berita asalkan mau belajar cara menyusunnya. Kesalahan yang sering terjadi adalah pemula terlalu fokus pada bahasa indah, padahal berita bukan puisi. Berita butuh bahasa yang lugas, singkat, dan tepat sasaran.
Inti dari menulis berita sebenarnya sederhana yakni beritahu pembaca apa yang terjadi, siapa yang terlibat, di mana dan kapan peristiwanya, serta mengapa dan bagaimana itu semua berlangsung. Rumus klasiknya adalah 5W + 1H. Inilah fondasi yang membuat berita tetap utuh dan mudah dicerna. Tanpa itu, tulisan hanya akan menjadi cerita yang mengambang tanpa arah.
Seorang penulis berita ibarat penyunting film. Tugasnya memilih adegan yang paling penting untuk ditaruh di awal. Dalam dunia jurnalistik, ini disebut lead atau paragraf pembuka. Lead yang kuat akan membuat pembaca mau melanjutkan hingga akhir. Kesalahan pemula biasanya adalah menaruh inti berita di bagian bawah, sehingga pembaca sudah kehilangan minat sebelum sampai pada poin penting.
Bahasa yang digunakan dalam berita harus lugas. Hindari kalimat berbunga-bunga seperti “bak purnama yang tersenyum di langit malam”. Kalimat seperti itu memang indah, tapi pembaca berita ingin tahu fakta, bukan dongeng. Gunakan kalimat aktif yang tegas, misalnya “Tim SMA Trensains menang di lomba debat” lebih jelas daripada “Kemenangan diraih oleh tim SMA Trensains”.
Baca Juga: Melihat “Sekolah Menulis” di Pesantren Tebuireng

Judul berita juga tidak boleh asal. Judul adalah janji kepada pembaca. Kalau judulnya membingungkan atau terlalu puitis, pembaca bisa merasa tertipu. Judul yang baik memuat inti berita dan elemen yang menarik. “SMA Trensains Juara 1 Debat Bahasa Inggris Kabupaten” jelas lebih efektif daripada “Kemenangan Manis di Balik Perjuangan Berat” yang tidak memberi gambaran isi berita.
Menulis berita juga melatih kita untuk teliti. Nama orang, tempat, dan waktu harus benar. Salah ketik nama tokoh bisa membuat berita kehilangan kredibilitas. Sebelum dipublikasikan, bacalah kembali naskahnya. Membaca keras-keras adalah cara efektif untuk mengetahui apakah kalimat sudah enak dibaca atau masih membingungkan.
Kalau dirangkum, kuncinya sederhana: letakkan inti berita di awal, lengkapi detail di tengah, lalu tutup dengan penjelasan atau informasi penunjang. Anggaplah menulis berita seperti membuat sandwich: roti atas adalah inti berita, isinya adalah detail dan kutipan, roti bawah adalah penutup yang memberi kesan tuntas. Dengan pola ini, menulis berita tidak lagi terasa sulit, bahkan untuk pemula sekalipun.
Penulis: Albii
Game Center
Game News
Review Film
Rumus Matematika
Anime Batch
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime