Seperempat Abad | Tebuireng Online
Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi*
Dhaif
Kalang kabut dunia ini
mencari-cari hakikat sejati
dalam belukar artifisial kita mengungsi
adakah yang bisa mengekalkan diri?
Kita selalu mencari-cari pelarian
layaknya sebuah daun yang tersapu angin ke tepian
terombang-ambing ketidakpastian
terdampar pada lautan kehampaan
Dunia ini buatan
media sosial buatan maha buatan
kita mencari upaya agar selalu mendapat kepastian
sialnya lagi kita berupaya menyembah keabadian
Cara kami menafikan
adalah sebuah kemunafikan
bahwa kesejatian bagi manusia
hanyalah mimpi yang sia-sia semata.
Purbalingga, 2026
Semakin Mendewasa
Aku melihat manusia berjalan dengan taringnya
mereka siap menerkam dengan sadisnya
entah kolega, saudara. atau keluarga.
Semua itu masalah perut
perut adalah tuan yang maha durjana.
Lintang pukang kepentingan
bergulat di istana kekuasaan
sementara rakyat hanyalah tumbal kebengisan.
Mereka haha-hihi di kemewahan
kami tersandera dalam aturan-aturan.
Maju salah, mundur makin salah
Hukum ialah jerat-jerat yang mengintai
setiap hajat rakyat kecil.
Sedang bagi penguasa hukum hanyalah
permen karet yang lembut dan elastis.
Semakin mendewasa,
aku semakin sadar jika dunia ini
ialah sekumpulan kepentingan
yang tidak punya peri kemanusiaan
apalagi kekeluargaan
apalagi ketuhanan.
Purbalingga, 2026
Seperempat Abad
Aku berjalan di dunia ini
mencari yang sudah digariskan ilahi
aku keras dan ngotot sekali
padahal ini hanyalah ilusi.
Aku tegaskan berulang kali
aku hanyalah pengungsi
peminjam wajah dan tubuh ini
pada Sang Maha Abadi
Sering kali aku sesuka hati
menjalani hidup ini
membuat aturan yang ku kebiri
padahal itu menggergaji diri
wajah-wajah yang aku temui
mereka seolah tertawa pada kami
padahal itu hanyalah ilusi
yang tak satu pun bakal abadi
Seperempat abad
aku menghuni tubuh ini
bersikeras untuk menggapai dunia
sedang aku hanyalah fatamorgana.
Purbalingga, 2026
Peradaban Dunia
Semewah apa pun dunia
tidak mampu menggetarkan sanubari jiwa
Dunia hanyalah elus angin yang menidurkan
hanya sebatas belaian yang melenakan kita pada tujuan
Kawan-kawan pergi ke tempat impian
menggunakan pakaian kebesaran
dan sesekali memamerkan jabatan.
Aku mantapkan dalam hati
bukan itu tujuan dari sebuah perjalanan
ada sesuatu yang lebih agung
dari sekedar kemewahan, kesuksesan dan kekuasaan
ialah ketenangan di ujung jalan.
ihdina shirotolmustaqimmu
ialah tujuan dari maha tujuan
yang aku dambakan
yang aku sebut-sebut
agar mewujud pada husnul khotimah perjalanan.
Purbalingga, 2026
Penyesalan di Ujung Jalan
Akan aku genggam dunia pada telapak tanganku
kamu salah, kamu sesat, kamu jahat
semua kebenaran ada dalam pangkuanku.
Apalah dunia ini, butiran kebenaran nisbi
yang kita sembah-sembah hanyalah kebenaran diri sendiri
selebihnya hanyalah membesar-besarkan diri
kalau kau mau tenggelam lebih dalam
kita hanyalah seperkian butir dari milyaran butir yang lain
yang sama sekali tak berdaya apa-apa.
kita ditidurkan dalam goa-goa artifisial yang gelap
yang menggiring kita pada ujung jalan penyesalan
tau-tau kita sudah menua dan separuh hidup kita
hanyalah dihabiskan pada dunia maya
yang menggiring kita gila pada dunia.
Di ujung hayat, engkau baru sadar
petuah sang nabi
“umatku, umatku, umatku”
kau tersadar di ujung jalan
dengan sebongkah penyesalan.
Purbalingga, 2026

*Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.