Tadabbur Surah Al-‘Ashr dan Alarm Kehidupan Kita
Waktu adalah termasuk bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mengapa? Karena waktu berperan sebagai penentu dalam meningkatkan kualitas kehidupan kita dan waktu merupakan sesuatu yang terbatas sehingga tidak bisa ulang kembali meskipun hanya sedetik. Tetapi seringkali kita merasa bahwa waktu selalu ada dan tak akan habis, dengan kita menundanya dan menyia-nyiakannya hari ini dan kita mempunyai keyakinan bahwa masih ada besok hari. Padahal tanpa suara dan tanpa aba-aba waktu terus berjalan meninggalkan kita. Menariknya, Islam sudah mengingatkan kita bahwa cara kita memperlakukan waktu itu akan berpengaruh kepada hidup kita, apakah hidup kita bernilai? Atau justru merugi?.
Di dalam al-Quran Surah Al-‘Ashr, Allah sudah memberikan peringatan tegas akan perkara ini, meskipun Surah ini tergolong surah yang pendek hanya tiga ayat dan sering kali menjadi surah favorit dalam bacaan sholat namun surah ini memiliki hikmah yang dahsyat bagi kita dalam belajar menghargai waktu.
Allah Swt. membuka surah ini dengan sumpah yang sangat tegas:
وَالْعَصْرِۙ
“Demi waktu.”

Menurut banyak mufasir, sumpah Allah atas waktu menunjukkan bahwa waktu bukanlah perkara yang sepele. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, kata al-‘ashr dimaknai sebagai waktu secara keseluruhan—siang, malam, hingga seluruh fase kehidupan manusia. Artinya, Allah sedang menegaskan; perhatikan betul bagaimana waktu kalian digunakan, karena di sanalah nasib kalian ditentukan.
Ayat berikutnya langsung menusuk kesadaran kita:
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
Maksud kerugian di sini, menurut tafsir Al-Qurthubi, bukan hanya sekadar kerugian materi, tetapi juga termasuk kerugian hidup. Kita merugi karena waktu terus berjalan, sementara kita lalai mengisinya dengan hal bermakna.
Kemudian Allah memberi pengecualian:
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Menurut Imam Asy-Syafi’i, Surah Al-‘Ashr ini sudah cukup sebagai hujjah bagi manusia. Jika direnungkan, keempat unsur itu semuanya butuh waktu. Iman perlu waktu untuk dijaga, amal saleh butuh waktu untuk dilakukan, menasihati dan bersabar juga butuh proses dan konsistensi waktu.
Masalahnya, tidak sedikit dari kita yang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Sehingga waktu sholat dan beribadah terasa berat, tapi waktu scroll media sosial terasa ringan. Inilah salah satu bentuk kerugian yang di maksud dalam surah Al-‘Ashr.
Pernahkah kalian merasa bahwa waktu ini terasa berjalan sangat cepat? Tapi kita tidak mendapatkan hasil apa-apa dari perjalanan waktu tersebut. Seolah pagi datang tanpa rencana, dan malam tiba dengan penyesalan. Itulah dampak dari penggunaan waktu secara tidak teratur. Kita mubazir waktu dan tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, sehingga waktu terasa begitu cepat berlalu.
Rasulullah saw. jauh hari sudah mengingatkan soal ini. beliau bersabda: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini sangat relavan dengan kondidi kita hari ini. mengapa? Karena kita sering merasa santai karena masih muda, masih sehat gagah, dan masih ada besok. Padahal jika kita teliti lagi di situlah letak kita tertipunya. Waktu luang bukan menjadi jaminan, tapi bisa jadi menjadi ujian, karena kita tidak mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif malah menghamburkannya begitu saja.
Menghargai waktu dalam perspektif surah Al-‘Ashr adalah soal keseimbangan. Bukan hanya soal beribadah saja namun juga kegiatan-kegaiatan baik lainnya. seperti bekerja dengan jujur, belajar dengan sungguh-sungguh, membantu orang lain, bahkan istirahat dengan niat karena Allah semua bisa bernilai amal sholeh.
Kesadaran waktu juga seharusnya membuat kita lebih bijak dalam bersikap. Tidak mudah menunda, tidak suka menyepelekan, dan tidak gemar menyia-nyiakan kesempatan. Karena kesempatan yang hilang sering kali tidak datang dua kali. Hari ini mungkin kita masih ada waktu, tapi besok belum tentu.
Surah Al-‘Ashr seolah menjadi alarm kehidupan bagi kita. Pendek, sederhana, tapi pesannya dalam. Ia mengingatkan kepada kita bahwa hidup ini bukan soal panjangnya usia, melainkan kualitas waktu yang kita isi. Kerugian sejati bukan ketika gagal meraih dunia, tapi ketika waktu habis tanpa iman, amal, dan tanpa makna.
Maka, sebelum waktu benar-benar habis, mungkin kita perlu lebih sering bertanya pada diri sendiri: hari ini, waktu kita dipakai untuk apa? Karena bisa jadi, jawaban atas pertanyaan itu yang kelak menentukan apakah kita termasuk orang yang rugi—atau justru orang yang beruntung.
Baca Juga: Bacalah Tulisan Ini Saat Anda Merasa Tak Punya Cukup Waktu
Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Sutan
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.