Ustadzah Mumpuni Handayayekti: Dai’ Perempuan yang Inklusif di Masyarakat Modern
6 mins read

Ustadzah Mumpuni Handayayekti: Dai’ Perempuan yang Inklusif di Masyarakat Modern

ustadzah mumpuni

Tokoh pendakwah perempuan memanglah tidak sebanyak seperti pendakwah dari kalangan laki-laki. Bahkan keberadaanya sering kali dinomorduakan dari peradaban Islam itu sendiri. Adapun di Indonesia, sebagai negara yang mayoritas pemeluk agama Islam, lahirlah beberapa pendakwah dari kalangan perempuan, salah satunya adalah Ustazah Mumpuni Handayayekti. Dai’ asal Cilacap ini dikenal luas karena gaya dakwahnya yang khas menggunakan logat bahasa ngapak. Dengan memasukkan unsur humor dalam ceramahnya, Ustazah Mumpuni mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari orangtua, remaja, hingga anak-anak.

Ustazah Mumpuni memiliki pendekatan dakwah yang berbeda dari kebanyakan dai lainnya. Di saat banyak dai masih menggunakan metode konvensional yang terkesan formal dan serius, Ustazah Mumpuni hadir dengan gaya ceramah yang menghibur, tetapi tetap menanamkan nilai-nilai agama yang mendalam. Dalam ceramahnya, Ustazah Mumpuni sering mengangkat tema yang relevan dengan masalah sehari-hari yang dialami banyak orang. Beliau juga sering menirukan seseorang dan tidak menonjolkan kesan pola hirarki antara pendakwah dan mitra dakwahnya. Hal ini yang kemudian dapat menarik minat masyarakat untuk mendengarkan ceramahnya dengan antusias.

Di tengah stigma bahwa ruang dakwah lebih didominasi oleh laki-laki, Ustazah Mumpuni mampu menembus batasan ini dengan memperjuangkan posisi perempuan dalam ranah tersebut. Beliau membuktikan bahwa perempuan tidak hanya mampu berdakwah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan Islam yang moderat dan inklusif. Selain itu, dakwah yang dilakukan oleh perempuan seperti Ustazah Mumpuni juga membantu mengisi kekosongan yang mungkin tidak bisa dipenuhi oleh dai laki-laki, terutama dalam membahas isu-isu yang lebih dekat dengan kehidupan perempuan.

Riwayat Hidup Ustazah Mumpuni Handayayekti

Ustazah Mumpuni Handayayekti, yang sering dikenal sebagai “Ustadzah Ngapak” karena logat khas Jawa Tengah-nya, menjadi salah satu pendakwah yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Beliau lahir pada 27 September 1995 sebagai anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Arwanto dan Sukarti. Tumbuh di keluarga sederhana yang bertempat tinggal di Gentasari, Kroya, Kabupaten Cilacap, Ustazah Mumpuni telah terbiasa membantu orang tuanya sejak kecil. Menurut beliau, membantu orang tua adalah sebuah kewajiban. Ustazah Mumpuni pernah menggembala kambing dan berjualan es lilin keliling untuk menambah penghasilan keluarga. Lewat pengalaman tersebut, Ustazah Mumpuni belajar mengenai rasa syukur, serta mengandalkan kerja keras dan tekad kuat, yang akhirnya membawa beliau ke posisi sekarang.

Kecintaan Ustazah Mumpuni pada dakwah muncul karena kemampuan alami beliau dalam berinteraksi dengan banyak orang, serta kesukaan beliau berbicara di depan cermin seolah-olah sedang berceramah. Melihat bakat ini, sang ayah, Arwanto, yang bukan seorang ustaz maupun guru agama, mulai melatih dan membantu Mumpuni kecil dalam menyusun tema, menemukan dalil yang relevan, serta merangkai narasi ceramah yang lebih mendalam. Meski memiliki latar belakang seni, Arwanto percaya bahwa ceramah itu mirip dengan berpuisi, di mana keduanya sama-sama memerlukan keterampilan untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga pendengar mudah menerima pesan yang disampaikan. Karena Islam sudah sepatutnya disampaikan dengan cara yang menyenangkan untuk menentang anggapan-anggapan negatif sebagian orang terhadap agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu. Dengan bekal tersebut, Mumpuni kecil mulai berdakwah ketika duduk di bangku kelas 3 SD, dengan mengisi pengajian ibu-ibu, tahlilan, dan kultum di lingkungan sekitar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ustazah Mumpuni selanjutnya mulai mempelajari ilmu retorika lebih dalam saat kuliah di IAIN Purwokerto. Meskipun demikian, beliau menyadari bahwa banyak hal yang dipelajari di bangku kuliah sebenarnya sudah beliau terapkan sejak kecil, mulai dari cara berbicara hingga bahasa tubuh saat berinteraksi dengan orang lain.

Perjalanan Dakwah Ustazah Mumpuni Handayayekti

Perjalanan dakwah Ustazah Mumpuni dipenuhi dengan semangat dan dedikasi. Sejak kecil, beliau menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap dunia ceramah, yang mulai dijalani ketika mengisi pengajian di lingkungan sekitar saat duduk di bangku kelas 3 SD. Nama Ustazah Mumpuni mulai dikenal luas setelah mengikuti ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI). Kemenangan beliau dalam ajang tersebut sekaligus menjadi batu loncatan untuk memperkenalkan diri ke publik yang lebih luas.

Setelah meraih sukses di Akademi Sahur Indonesia di tahun 2014, Ustazah Mumpuni melanjutkan langkah dengan berpartisipasi dalam AKSI Asia pada tahun 2017. Meski awalnya merasa kurang percaya diri karena harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara dengan latar belakang dakwah yang kuat, beliau mampu mengatasi keraguan tersebut dengan penuh semangat dan keyakinan. Ustazah Mumpuni berhasil pulang dengan kebanggaan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk Indonesia. Dalam perjalanan dakwah Ustazah Mumpuni, sosok Kyai Marzuki yang merupakan guru beliau memberikan pengaruh yang signifikan, terutama dalam mempersiapkan materi ceramah selama mengikuti kompetisi AKSI Asia.

Saat ini, Ustazah Mumpuni aktif berceramah di berbagai daerah, baik di Jawa maupun di luar pulau. Sebelum menyampaikan ceramah, beliau selalu berusaha mempelajari budaya dan kondisi masyarakat setempat agar ceramahnya dapat diterima dengan baik. Meski menggunakan logat ngapak, Ustazah Mumpuni mampu menjangkau hati para mitra dakwah dengan pesan-pesan kebaikan yang disampaikan. Dari segi pesan dakwah, Ustazah Mumpuni seringkali mengangkat tema-tema umum yang berkaitan dengan realitas sosial saat ini, seperti bagaimana mempersaudarakan umat, cara menjaga lisan, menjauhi sifat takabur, menghormati orang tua, tidak berputus asa, memahami kekuasaan Allah, serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Melalui dedikasi dan komitmen Ustazah Mumpuni tersebut, beliau tidak hanya berkontribusi dalam menyebarkan ajaran Islam, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki suara yang kuat dan penting dalam menyampaikan pesan-pesan agama.

Baca Juga: Ustadz Salim A. Fillah dan Dakwah Islam yang Kontemporer


Penulis: Dimas Setyawan Saputro

Editor: Sutan


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.