Mengenal Kitab Tafsir Kasyf Wa Al-BayÄn Karya Al-ThaâlabÄ«
Di antara lautan karya tafsir klasik, Tafsir Kasyf wa al-BayÄn karya al-ThaâlabÄ« menempati ruang yang unik karena memadukan sejarah, hikmah, moralitas, hingga kisah-kisah menakjubkan yang hidup di tengah tradisi Islam klasik. Banyak pembaca modern mengenal tafsir sebagai teks ilmiah yang kering dan penuh istilah teknis. Namun, karya al-ThaâlabÄ« justru menampilkan wajah penafsiran yang cair, naratif, dan dekat dengan imajinasi manusia.
Pada akhirnya, mempelajari Tafsir Kasyf wa al-BayÄn berisi bagaimana kisah menjadi cara memahami wahyu. Artikel ini mencoba membuka tabir di balik teknik naratif al-ThaâlabÄ«: bagaimana ia memilih, menyusun, dan menghidupkan cerita untuk menarik hati pembaca. Dengan menelusuri pendekatan naratifnya, kita dapat melihat bahwa tafsir tidak selalu harus rigid; ia bisa menjadi seni bercerita yang memancarkan keindahan warisan intelektual Islam.
Kisah Al-ThaâlabÄ«
Al-ThaâlabÄ« (w. 427 H/1035 M) adalah seorang ulama asal Nishapur yang dikenal luas sebagai ahli tafsir, ahli hadis, sekaligus perawi kisah-kisah keagamaan. Ia hidup dalam lingkungan intelektual Khurasan
Keistimewaan al-ThaâlabÄ« terletak pada kemampuannya merangkai riwayat menjadi narasi yang hidup dengan menata ulang kisah para nabi atau umat terdahulu, sehingga membentuk sebuah alur yang utuh, mudah diikuti, dan memikat.
Meski demikian, al-ThaâlabÄ« sering dikritik karena kurang ketat dalam menyaring sanad riwayat. Sebagian kisah yang ia masukkan berasal dari jalur Israiliyyat atau tradisi cerita YahudiâNasrani yang sudah beredar luas di masyarakat muslim awal. Namun, bagi banyak ulama klasik, hal ini bukanlah kelemahan sepenuhnya.

Dalam catatan biografi klasik, seperti karya al-DhahabÄ« dan Ibnu âAsÄkir, al-ThaâlabÄ« digambarkan sebagai sosok yang berpegang teguh pada tradisi naqli. Ia lebih memilih menjelaskan ayat melalui hadis, atsar sahabat, kisah-kisah nabi, dan riwayat sejarah ketimbang melakukan analisis rasional spekulatif. Karena itu, tafsirnya penuh dengan narasi moral, hikmah, dan perumpamaan yang dirancang untuk membantu pembaca memahami nilai-nilai Qurâani secara konkret.
Karya terbesarnya, Kasyf wa al-BayÄn, adalah contoh paling jelas dari perpaduan antara dunia ilmiah dan dunia cerita. Dalam tafsir ini, al-ThaâlabÄ« menjelaskan makna ayat dengan lapisan kisah yang memberi konteks historis, psikologis, dan spiritual. Ia menghadirkan cerita nabi, dialog antara manusia dan malaikat, kisah jin, perjalanan umat terdahulu, hingga kisah simbolik tentang pahala dan siksa. Semua ini tidak hanya dimaksudkan untuk memperluas pemahaman teologis, tetapi juga untuk menyentuh sisi imajinatif sekaligus moral pembaca. Dengan warisan yang demikian kaya, al-ThaâlabÄ« sering dipandang sebagai âseniman kisahâ dalam tradisi tafsir klasik.
Corak Kisah dalam Kasyf wa al-BayÄn
Salah satu ciri paling mencolok dari Kasyf wa al-BayÄn adalah melimpahnya kisah yang menyertai penafsiran ayat. Kisah-kisah tersebut berasal dari berbagai sumber: riwayat para sahabat dan tabiâin, tradisi kisah para nabi (qiá¹£aá¹£ al-anbiyÄâ), cerita-cerita Israiliyyat, hingga folklore keagamaan yang berkembang di masyarakat Islam masa awal. Al-ThaâlabÄ« menyusun kisah dengan cara yang mudah diikuti oleh pembaca dari latar belakang apa pun. Ia menempatkan riwayat-riwayat tersebut sebagai bagian integral dari penafsiran. Pendekatan ini membuat Kasyf wa al-BayÄn berbeda dari tafsir fikih atau tafsir teologis yang lebih kaku.
Al-ThaâlabÄ« dikenal memiliki kemampuan naratif yang kuat, sehingga banyak kisah dalam Kasyf wa al-BayÄn terasa hidup dan mengalir. Ia kerap menggunakan dialog, deskripsi visual, serta alur dramatik untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Dengan teknik ini, kisah tidak sekadar menjadi pelengkap ayat, tetapi membangun suasana yang memudahkan pembaca menangkap makna spiritual di baliknya.
Bagi al-ThaâlabÄ«, cerita merupakan salah satu alat paling efektif untuk menjelaskan ayat. Banyak kisah yang ia hadirkan berfungsi sebagai ilustrasi moral: memperjelas sifat-sifat manusia, menegaskan ganjaran dan peringatan, atau menghidupkan nilai-nilai etis Al-Qurâan. Selain itu, cerita digunakan untuk menjelaskan konteks ayat, baik melalui asbÄb al-nuzÅ«l maupun riwayat sejarah umat terdahulu.
Salah satu aspek yang sering dibicarakan terkait Kasyf wa al-BayÄn adalah keberadaan riwayat-riwayat Israiliyyat. Dalam tradisi tafsir klasik, kisah-kisah seperti ini tidak selalu dipandang negatif; banyak di antaranya digunakan sebagai bahan pembelajaran atau sebagai pengisi detail yang tidak disebutkan Al-Quran.
Karena itu, penting memahami bahwa dalam konteks sejarahnya, fungsi kisah sering kali lebih besar daripada tuntutan verifikasi ilmiah. Yang menjadi inti bukan apakah kisah itu sepenuhnya akurat, tetapi bagaimana ia membantu menggambarkan pesan moral dan spiritual yang terkandung dalam ayat.
Bagi pembaca modern, kelebihan Kasyf wa al-BayÄn terletak pada kemampuannya memadukan wahyu dengan pengalaman manusia. Kisah-kisahnya memberikan ruang bagi pembaca untuk melihat Al-Qurâan bukan hanya sebagai teks hukum, tetapi juga sebagai sumber inspirasi emosional, moral, dan estetikâsebuah aspek yang sering terlupakan dalam pembacaan literal.
Penutup
Tafsir Kasyf wa al-BayÄn memperlihatkan bagaimana sebuah tafsir dapat menjadi lebih dari sekadar penjelasan teks; ia dapat menjadi seni bercerita yang kaya makna. Al-ThaâlabÄ« menunjukkan bahwa kisah bukan hanya alat retoris, melainkan sarana mendidik, menginspirasi, dan menghidupkan ayat-ayat Al-Qurâan bagi berbagai jenis pembaca. Pendekatan naratifnya mengajarkan bahwa pemahaman keagamaan tidak selalu harus disampaikan dalam format akademis yang kaku. Kadang, sebuah cerita sederhana justru meninggalkan jejak yang lebih mendalam.
Daftar Pustaka
Abdillah, Amiril Adawy, dan Zaky Muhammad Aqil. âImplikasi Al-Dakhil dalam Tafsir: Telaah Kisah Nabi Ayub dalam Al-Kasyf wa al-BayÄn Tafsir al-Qurâan.â Canonia Religia: Jurnal Studi Teks Agama dan Sosial 2, no. 1 (2004): 74.
Fudhail, Ahmad. âPenyimpangan Penafsiran dalam TafsÄ«r Al-ThaâlabÄ« dan Al-KashshÄf Menurut Muḥammad Ḥusayn Al-DhahabÄ«.â Refleksi 19, no. 1 (April 2020): 33.
Hibatullah, Alif. âTelaah Kitab Al-Kasyf wa al-BayÄn âAn Tafsir Al-Qurâan Karya Imam al-ThaâlabÄ«.â Hamalatul Qurâan: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qurâan 4 (2023): 128.
Abdullah, Ahmad Fariza. âMenalar Identitas HÄrÅ«t dan MÄrÅ«t: Studi Analisis Penafsiran al-ThaÊ¿labÄ« dalam al-Kashf wa al-BayÄn.â Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2025.
Amrulloh, Tri Febriandi. âAnalysis of Al-IbrÄ«z Tafsir as Genotext in Al-MaḥallÄ«’s Tafsir: An Intertextuality Study on QS. Al-FÄtiḥah.â QOF: Jurnal Studi Al-Qurâan dan Tafsir 7, no. 1 (2023): 37.
Badrudin, Ujang. âIsrÄiliyyÄt dalam Tafsir al-Kasyf wa al-BayÄn karya al-Thaâlabi.â Skripsi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, t.t.
Hamzah, Nur Asia. âKedudukan Israiliyat Sebagai Salah Satu Sumber Tafsir.â Al-Urwatul Wutsqa 1, no. 1 (2021).
Â
Penulis: Qoriatun Nafiah
Editor: Sutan
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.