Gus Kikin Tekankan Kebersamaan dan Menjaga Nilai Santri kepada Alumni
4 mins read

Gus Kikin Tekankan Kebersamaan dan Menjaga Nilai Santri kepada Alumni


Pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin menyambut hangat kehadiran para alumni (foto: irsyad)

Tebuireng.online— Momentum Halal bi Halal dan Temu Alumni Tebuireng menjadi ajang silaturahmi penuh makna yang tidak sekadar melepas rindu, tetapi juga bagian dari implementasi nilai ketakwaan kepada Allah. Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, dalam sambutannya pada Ahad (18/4/2026) dalam acara Halal bi Halal dan temu alumni yang diinisiasi oleh Ikapete, di halaman Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Gus Kikin Ungkap Kunci Utama Hadapi Tantangan Perpecahan

Dalam sambutannya, kiai yang akrab disapa Gus Kikin itu menegaskan bahwa pertemuan antaralumni bukan hanya sekadar “kangen-kangenan”, melainkan memiliki nilai spiritual yang dalam. Menurutnya, menjaga hubungan dan kebersamaan antar sesama alumni merupakan bagian dari upaya saling mendukung dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing di tengah kesibukan.

Ia juga menyinggung luasnya jaringan alumni Tebuireng yang hingga kini sulit didata secara pasti. Gus Kikin mengutip sebuah catatan sejarah dari buku Bapak Umat Islam Indonesia karya KH. Abdul Karim Hasyim yang menyebutkan bahwa pada tahun 1942, terdapat sekitar 20.000 tokoh dari Jawa dan Madura yang merupakan santri Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dan kontribusi santri Tebuireng sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Santri-santri pada masa itu memiliki peran luar biasa, tidak hanya dalam menuntut ilmu, tetapi juga sebagai pejuang kemerdekaan hingga mempertahankannya. Itu bukan hal yang mudah,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: Soroti Minimnya Gen Z di Acara Alumni, Gus Irfan: Beri Mereka Ruang Jadi Panitia

Lebih lanjut, Gus Kikin mengingatkan bahwa tantangan zaman saat ini jauh berbeda, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi yang sulit diprediksi. Ia menegaskan bahwa modernisasi tidak bisa dihindari, bahkan harus diikuti agar tidak tertinggal. Namun demikian, nilai-nilai dasar yang diperoleh selama mondok di pesantren harus tetap dijaga.

“Kita tidak bisa menolak modernisasi, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menjaga ilmu dan nilai yang telah diwariskan. Itu harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan manusia yang mudah terbawa arus perkembangan zaman hingga melupakan prinsip dan adab yang telah diajarkan di pesantren. Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan pengaruh teknologi yang dapat mengikis kepekaan hati jika tidak disikapi dengan bijak.

Melalui kegiatan Halal bi Halal ini, Gus Kikin berharap para alumni dapat kembali mengingat masa-masa di pondok, termasuk nilai-nilai adab, penghormatan, dan kesederhanaan yang dulu diajarkan. Ia menyebut momen ini sebagai sarana refleksi dan “refresh” untuk menguatkan kembali jati diri sebagai santri.

Baca Juga: Munas IKAPETE Perbarui Struktur Lembaga, Fokus pada Isu Perempuan hingga Budaya

Beliau juga sempat menyinggung soal kesibukan Dr. KH. Muhammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, yang hadir sebagai perwakilan dari keluarga dzurriyah, Gus Kikin mengapresiasi kehadiran beliau ditengah sela kesibukannya sebagai menteri. Menjaga tali silaturahmi, menurut Gus Kikin, juga merupakan suatu tantangan tersendiri dalam aktivitas sehari-hari.

“Kesempatan seperti ini harus kita manfaatkan untuk mengingat kembali apa yang pernah kita pelajari. Bagaimanapun juga, kita tetap santri sepanjang kita masih mencari ilmu,” pungkasnya.



Pewarta: Helfi Livia Putri
Editor: Rara Zarary


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch