Lewat Maulid Nabi, SMP Sains Tebuireng Ajak Siswa Renungkan Layak Tidaknya Dicintai Rasulullah
6 mins read

Lewat Maulid Nabi, SMP Sains Tebuireng Ajak Siswa Renungkan Layak Tidaknya Dicintai Rasulullah


Para santri menyimak rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SMP Sains Tebuireng di Masjid Shalahuddin Wahid Al-Ayyubi, Pesantren Sains Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). foto: helfi

Tebuireng.online-  SMP Sains Tebuireng menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Shalahuddin Wahid Al-Ayyubi, Pesantren Sains Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Mengusung tema “Kalau Rasulullah Bertemu Kita Hari Ini, Akankah Beliau Mengenali Kita sebagai Umat yang Beliau Cintai?”, kegiatan tersebut dikemas lewat rangkaian penampilan bakat siswa serta tausiyah mauidhoh hasanah.

Rangkaian acara diawali sejak pukul 07.00 WIB dengan kedatangan peserta dan persiapan panitia. Suasana pra-acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan santri, mulai dari seni banjari, tari saman, pembacaan puisi, pidato, lagu religi, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Kepala SMP Sains Tebuireng, Tendika Sukmaningtyas R., S.Si., menjelaskan bahwa perayaan Maulid Nabi tahun ini sengaja dikonsep dalam bentuk pengajian dengan menghadirkan penceramah dari kalangan pesantren. Kehadiran Ning Sheila Hasina sebagai penceramah utama didasarkan pada rekam jejak dan keahliannya dalam menyampaikan dakwah kepada kalangan muda.

 “Agenda Maulid Nabi yang tahun ini memang kami konsep berupa pengajian. Kebetulan kemarin ada inisiatif untuk mengundang salah satu Ning dari kalangan pesantren yang punya reputasi cukup terkenal dan beberapa kali tampil di televisi,” ujar Tendika pada Selasa.

Ia menilai bahwa efektivitas dakwah sangat ditentukan oleh kemampuan merangkai narasi serta pemilihan bahasa yang relevan bagi para siswa. Karena itu, kehadiran Ning Sheila diharapkan mampu memberikan sudut pandang baru bagi para santri dalam memaknai kelahiran Nabi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain konsep tausiyah, Tendika memaparkan adanya penyesuaian teknis yang menjadi hal baru dalam penyelenggaraan tahun ini, yakni pemisahan tempat antara santri putra dan putri. Langkah tersebut dilakukan atas skema penataan lembaga sekaligus memenuhi rekomendasi teknis dari Ning Sheila Hasina.

Sementara santri putri menyimak mauidhoh hasanah di dalam masjid, santri putra diarahkan ke ruangan khusus untuk menonton film sejarah “Bilal bin Rabbah” sebagai bahan refleksi keteladanan sahabat Nabi.

Melalui tema yang diangkat, Tendika berharap peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan sarana evaluasi diri bagi para santri.

 “Merayakan Maulid Nabi itu bukan sekadar mengingat tanggal lahir beliau, bukan sekadar mengingat atau berdiri mahallul qiyam, atau juga membaca shalawat. Tapi seperti kita mundur dengan mesin waktu, kita mundur 1.400 tahun yang lalu dan kita berada di posisi sebagai santri SMP saja, itu melihat sekiranya Nabi melihat keadaan kita sekarang, kira-kira beliau akan seperti apa,” jelasnya.

Pertanyaan reflektif tersebut diharapkan mampu mendorong siswa menilai kembali apakah perilaku sehari-hari mereka sudah pantas membuat Rasulullah tersenyum dan mencintai mereka.

Memasuki acara inti, para peserta mengikuti pembacaan istighotsah dan Maulid Diba’ sebelum dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah dan doa oleh Ning Sheila Hasina. Dalam ceramahnya, Ning Sheila mengimbau para siswa bahwa status sebagai umat Nabi Muhammad SAW harus dibuktikan melalui kebersihan hati dan keanggunan akhlak.

 “Hati yang dipenuhi dengan kebencian maka tidak akan mampu melihat cahaya,” tutur Ning Sheila di hadapan para santri.

Respons positif mengalir dari jajaran panitia dan peserta didik. Firda Sayyidati Nafisah, siswi kelas 8A yang bertugas sebagai panitia dari Orsains Tebuireng Putri, mengaku bangga dapat mengawal jalannya acara bersama bantuan staf Tata Usaha.

 “Selaku panitia saya ikut senang karena bisa berpartisipasi di acara kali ini. Terus habis itu tadi juga acaranya berjalan dengan lancar, alhamdulillah,” ungkap Firda.

Meski demikian, Firda memberikan catatan evaluasi terkait perlunya penambahan layar televisi pendukung di barisan belakang serta penataan barisan peserta agar lebih tertib pada kegiatan mendatang.

 “Tadi harusnya ada TV biar lebih meriahkan acara, tapi tadi tidak disediakan. Jadi yang belakang itu kurang kelihatan. Terus habis itu barisannya kurang kondusif juga,” ulasnya.

Di sisi lain, Kanza Nadhifa Salsabila, siswi kelas 7A, mengaku tersentuh selama menyimak kisah-kisah perjuangan Rasulullah yang disampaikan dalam acara tersebut.

 “Seru, karena kita jadi tahu sejarah-sejarahnya Nabi Muhammad yang mungkin belum banyak diketahui. Terus kadang kalau bahas-bahas Nabi kayak jadi tersentuh dan terharu kalau mendengar kisah perjuangannya,” kata Kanza.

Ia menambahkan bahwa pertemuan langsung tersebut membuatnya makin mengagumi sosok Ning Sheila Hasina, meskipun sebelumnya hanya mengenal sang daiyyah secara sekilas di media sosial.

Melalui rangkaian kegiatan ini, SMP Sains Tebuireng sukses menghadirkan peringatan Maulid Nabi yang edukatif, berkesan, sekaligus menginspirasi perbaikan karakter diri bagi seluruh siswa.


Pewarta: Helfi

Editor: Sutan


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch