Sahihkah Doa Masuk Bulan Ramadan “Allahumma sallimni li ramadhan wa sallim ramadhan li” – KonsultasiSyariah.com
4 mins read

Sahihkah Doa Masuk Bulan Ramadan “Allahumma sallimni li ramadhan wa sallim ramadhan li” – KonsultasiSyariah.com

Pertanyaan:

Apakah hadis berikut ini sahih, bahwa diriwayatkan dari ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengajarkan kepada para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum doa ini ketika Ramadan datang: 

للَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

“Allāhumma sallimnī min ramadhān wa sallim ramadhān lī wa sallimhu lī mutaqabbilā (Artinya: Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadan, selamatkanlah Ramadan untukku, dan selamatkanlah ia untukku dalam keadaan diterima [amalku])”?

Jawaban: 

Hadis tentang doa 

للَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

“Allāhumma sallimnī li ramadhān wa sallim ramadhān lī wa tasallamhu minnī mutaqabbilā (Artinya: Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadan, selamatkanlah Ramadan untukku, dan terimalah ia dariku dalam keadaan diterima [amalku])” tidaklah memiliki sanad yang sahih yang bersambung sampai kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam. 

Namun, diriwayatkan dari sejumlah ulama Salaf bahwa mereka biasa berdoa dengan doa yang semakna dengan itu.

الجواب: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد: روى الطبراني في “الدعاء” (912) بسنده عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعلّمنا هؤلاء الكلمات إذا جاء رمضان أن يقول أحدنا: اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا. وجملة سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ وردت بصيغة اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ كما عند الذهبي في “سير أعلام النبلاء”، ثم قال الذهبي رحمه الله: غريب، تفرّد به خلف. وأبو جعفر الرازي هو عيسى بن ماهان، وهو متكلم في ضبطه وحفظه، وقد قال فيه الذهبي وأبو زرعة والنسائي وابن حجر أقوالاً تدل على ضعف حفظه، وصالح بن كيسان لم يدرك عبادة بن الصامت، كما نص الترمذي رحمه الله، وعبادة توفي قبل عقبة بزمن. وقد روي هذا الدعاء مرسلاً عن الحسن البصري، ورُوي في خبر طويل عند ابن أبي الدنيا في “فضائل رمضان”، وفي أسانيده مجاهيل وضعفاء، كما أن بعض طرقه مرسلة.

Jawaban: 

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan salawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Adapun berikutnya. Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Ad-Du‘ā nomor 912 dengan sanadnya dari ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata. 

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengajarkan kepada kami kalimat-kalimat tersebut ketika Ramadan datang—yaitu agar salah seorang dari kami mengucapkan,

للَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

‘Allāhumma sallimnī min ramadhān wa sallim ramadhān lī wa tasallamhu minnī mutaqabbilā (Artinya: Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadan, selamatkanlah Ramadan untukku, dan terimalah ia dariku dalam keadaan diterima [amalku]).’” 

Redaksi “Allāhumma sallimnī min ramadhān (Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadan)” juga diriwayatkan dengan redaksi “Allāhumma sallimnī lī ramadhān” sebagaimana disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A‘lām an-Nubalā’, lalu Adz-Dzahabi berkata bahwa hadis ini garib dan hanya diriwayatkan secara sendirian oleh Khalaf. 

Abu Ja‘far ar-Razi, yaitu ‘Isa bin Mahan, adalah perawi yang dikritisi ketelitian dan kekuatan hafalannya. Adz-Dzahabi, Abu Zur‘ah, an-Nasa’i, dan Ibnu Hajar berkata tentangnya beberapa penilaian yang menunjukkan lemahnya hafalannya. 

Shalih bin Kaisan juga tidak sempat bertemu dengan ‘Ubadah bin ash-Shamit sebagaimana ditegaskan oleh At-Tirmidzi, dan ‘Ubadah wafat lebih dahulu sebelum ‘Uqbah dalam rentang waktu yang cukup panjang. 

Doa ini juga diriwayatkan secara mursal dari Al-Hasan Al-Bashri, dan diriwayatkan dalam sebuah riwayat panjang oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab Fadhā’il Ramadan, namun dalam sanad-sanadnya terdapat perawi yang tidak dikenal dan perawi lemah, selain bahwa sebagian jalurnya berstatus mursal.

Kesimpulannya, bahwa hadis ini tidak memiliki sanad yang sahih yang dapat disandarkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. 

Namun, doa dengan makna tersebut diriwayatkan dari sejumlah ulama generasi awal bahwa mereka biasa mengucapkannya. Di antaranya adalah riwayat yang dibawakan oleh Ath-Thabrani dengan sanad yang secara kasatmata dinilai baik, dari Makḥūl, bahwa ia biasa berdoa ketika bulan Ramadan telah tiba, “Allāhumma sallimnī liramadhān wa sallim ramadhān lī wa tasallamhu minnī mutaqabbilā (Artinya: Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadan, selamatkanlah Ramadan untukku, dan terimalah ia dariku dalam keadaan diterima).” 

Untuk tambahan faedah, silakan lihat jawaban pertanyaan tentang tidak ada doa khusus yang dibaca pada awal puasa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lebih Mengetahui.

Sumber:

Sumber artikel PDF

🔍 Masuk Agama Islam, Pasik Adalah, Qurban Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal, Istri Nabi Musa, Qasidah Sholawat Nabi

Visited 274 times, 1 visit(s) today


Post Views: 199

QRIS donasi Yufid

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch