Pengurus Pondok Putra Tebuireng Sosialisasikan Digitalisasi melalui SIMANTEB
4 mins read

Pengurus Pondok Putra Tebuireng Sosialisasikan Digitalisasi melalui SIMANTEB


Jajaran Pengurus Pondok Putra Pesantren Tebuireng saat sosialisasi SIMANTEB di hadapan santri (foto: ni’am/maha)

Tebuireng.online— Pengurus dan Pembina Pondok Putra Pesantren Tebuireng menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi digitalisasi sekaligus memperkenalkan Sistem Informasi Manajemen Tebuireng (SIMANTEB), pada Senin (11/8/2026) di Aula Pertemuan Lantai 3, Pesantren Tebuireng.

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustadz Muhammad Syifa’ul Fuad, menjelaskan bahwa SIMANTEB bukanlah program baru. Sebelumnya, Pesantren Tebuireng telah mencoba menerapkan sistem serupa, tetapi pelaksanaannya belum berjalan secara maksimal.

Baca Juga: 540 Santri Baru Mulai Berdatangan ke Pondok Putra Tebuireng, Tandatangani Surat Pernyataan

“Aplikasi itu sebenarnya bukan program baru. Bahkan, di pesantren-pesantren yang lain mungkin banyak yang sudah menerapkan. Di Tebuireng ini pernah menerapkan, tetapi belum maksimal. Untuk periode kami ini, kami ingin memaksimalkannya supaya semua aktivitas santri bisa terekam dan orang tua bisa mengecek langsung dari rumah melalui HP,” ungkap Ustadz Muhammad Syifa’ul Fuad.

Ia menjelaskan bahwa untuk tahap awal, SIMANTEB akan difokuskan pada sistem monitoring dan pendataan absensi santri dalam berbagai kegiatan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Sistem yang saat ini kami garap adalah tentang absensi. Absensi itu meliputi absensi sekolah, absensi pengajian yang mana ada tiga pengajian, yaitu pengajian Al-Qur’an, pengajian tahassus, pengajian diniyah, dan juga absensi keberadaan santri di kamar atau absensi jam belajar,” jelasnya.

Baca Juga: Gelar Ta’aruf Wali Santri Baru, Pondok Putra Tebuireng Kenalkan Unit dan Jajaran Pengurus

Selain pendataan absensi, SIMANTEB juga akan digunakan untuk mencatat pelanggaran santri secara lebih terstruktur dan terbarui.

“Aplikasi ini akan mendata pelanggaran para santri, baik mulai dari pelanggaran ringan sampai pelanggaran berat beserta poin-poinnya. Sehingga, setiap santri yang melanggar itu terekam dengan baik. Ada juga menu untuk perizinan. Santri yang keluar dengan izin ke Amni (pengurus keamanan) juga akan terdata di situ,” ungkapnya.

Tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan, SIMANTEB juga dirancang untuk merekam perjalanan santri selama mengikuti pendidikan di Pesantren Tebuireng, termasuk kegiatan pengembangan diri dan prestasi.

“Aplikasi tersebut akan mendata kegiatan ekstrakurikuler yang berada di bawah Divisi Pengembangan Diri, juga catatan prestasi-prestasi. Lalu, untuk Majelis Ilmiah, tentang rapor pengajian. Hasil dari rekap-rekap tadi akan kami konversi menjadi sebuah nilai. Jadi, absensi kehadiran, jika dalam satu bulan anak ini kehadirannya sekian hari dari jumlah hari efektif, maka akan muncul nilai,” terangnya.

Baca Juga: Delapan Pimpinan Pondok di Lingkungan Pesantren Tebuireng Resmi Dilantik

Lebih lanjut, Ustadz Muhammad Syifa’ul Fuad mengungkapkan bahwa SIMANTEB nantinya akan disinkronisasikan dengan basis data santri yang berada di Kantor Pusat Pesantren Tebuireng.

Dengan integrasi tersebut, sistem diharapkan dapat memberikan akses informasi yang lebih luas, termasuk fitur untuk memantau administrasi pembayaran SPP santri.

“SIMANTEB ini akan kami sinkronisasikan dengan basis data santri yang ada di Kantor Pusat Pesantren Tebuireng. Nantinya, akan ada fitur yang dapat digunakan untuk mengecek keuangan atau pembayaran SPP santri,” pungkasnya.



 


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch