Siapkan Konferensi Internasional, Ma’had Aly Tebuireng Gandeng ASILHA Bahas Masa Depan Studi Hadis
Tebuireng.online- Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng bersiap menggelar Konferensi Internasional MUTUN (Muktamar Turats Nabawi) 2026 bekerja sama dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Ajang bergengsi yang dirangkaikan dengan Annual Meeting ASILHA tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 5–7 Oktober 2026 mendatang di Jombang, Jawa Timur.
Dalam rapat persiapan yang digelar Selasa (28/7/2026), Ketua Panitia MUTUN-ASILHA 2026, Dr. Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah, menegaskan pentingnya membangun tradisi akademik pesantren yang mampu bersaing di tingkat internasional melalui penguatan publikasi ilmiah dan jejaring keilmuan.
“Melalui forum ini, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat transmisi sanad dan turats, tetapi juga berkembang sebagai pusat produksi pengetahuan hadis yang mampu menjawab tantangan perubahan sosial, digitalisasi, dan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence),” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Ubayd mengajak para akademisi Indonesia untuk memetik pelajaran dari perkembangan studi hadis di Malaysia. Menurutnya, kemajuan di negara tetangga tersebut didukung oleh produktivitas para ulama dalam melahirkan karya ilmiah berbahasa Arab, sehingga mudah diakses oleh masyarakat akademik global.
Ia mencontohkan Syekh Abdul Majid al-Ghaoury, ulama produktif asal Malaysia yang karya-karyanya di bidang hadis kerap menjadi rujukan utama riset dan disertasi di berbagai perguruan tinggi Timur Tengah.

Meski demikian, Ubaydi menegaskan bahwa kualitas intelektual akademisi Indonesia sebenarnya tidak kalah bersaing. Tantangan terbesarnya ada pada pengalaman dan penyampaian gagasan di forum global.
“Indonesia memang pintar, tetapi ketika tampil di forum internasional, cara penyampaiannya sering kali kurang menarik. Hal itu terjadi karena kita belum terbiasa mengikuti konferensi ilmiah di tingkat global,” terangnya.
Oleh karena itu, ia mendorong para mahasantri dan akademisi untuk aktif berpartisipasi dalam konferensi internasional guna mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas jejaring.
Konferensi Internasional MUTUN-ASILHA 2026 yang mengusung tema “Pengembangan Studi Hadis di Pesantren: Dari Tradisi Transmisi Menuju Produksi Pengetahuan Kontemporer” ini dipastikan menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar hadis dari mancanegara.
Syekh Abdul Majid al-Ghaoury (Malaysia) dijadwalkan menjadi pembicara kunci (keynote speaker). Sementara itu, Prof. Dr. Muh. Irfan Helmy, Lc., M.A. (Arab Saudi) dan Prof. Latifah Abdul Majid (Malaysia) akan mengisi sesi narasumber utama.
Panitia mengumumkan bahwa pendaftaran dan penerimaan makalah penuh (full paper) dibuka mulai 1 Agustus hingga 5 September 2026. Panitia menargetkan sebanyak 85 makalah terpilih untuk dipresentasikan dalam berbagai sesi paralel selama konferensi.
Pewarta: Aulia
Editor: Sutan
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.